Apa yang kau dambakan?
Dari perempuan berwajah murung?
Tersenyumlah sedikit saja,
Bukan ketawa lepasmu,
Melainkan senyummu ketika tersipu malu
Apakah kau setuju?
Jika tidak, akan tetap aku tulis.
Sebuah keinginan,
Tanpa kesepakatan,
Tentang kita di masa mendatang;
"Di-kemudian hari,
Aku ingin kita saling tatap.
Hidup se-atap,
Se-hati menetap".
- Deni Wardana
Jangan merasa memiliki rasa susah saat masalah hidup datang, karena belum tentu susah ada rasa sama kamu - *note; silahkan tingalkan komentar ya buat koreksi kata atau kalimat, buat kritik atau saran, buat kenalan juga boleh hehe
Jumat, 30 Agustus 2019
Rabu, 28 Agustus 2019
Selamat Pagi
Selamat pagi,
Tapi, apakah pagi ini masih perlu ucapan selamat?
Tapi, apakah pagi ini masih perlu ucapan selamat?
Dari rasa patah yang sengaja kau buat.
Bahkan, untuk menjadi baik-baik saja aku harus berpura-pura kuat.
Sekarang aku sadar,
Yang diperlukan pagi bukan ucapan selamat, tapi kata semangat.
Semangat pagi, dariku yang masih teringat.
- Deni Wardana
Sekarang aku sadar,
Yang diperlukan pagi bukan ucapan selamat, tapi kata semangat.
Semangat pagi, dariku yang masih teringat.
- Deni Wardana
Selasa, 13 Agustus 2019
Jangan Khawatir
Sekedar kata "hakuna matata", tapi tak kuasa bila semesta yang sengaja memberikan ruang mulai mengganggu jarak dan waktu. Lalu, bagaimana denganku? Yang dihadapkan pada situasi di mana hari-hariku tak lagi kau isi.
- Deni Wardana
- Deni Wardana
Rabu, 29 Mei 2019
Kenang
Dalam angan yang sengaja aku ciptakan,
Aku tenggelam.
Arah jarum jam enggan berhenti.
Sudahlah; dalam kenang kau abadi.
- Deni Wardana
Aku tenggelam.
Arah jarum jam enggan berhenti.
Sudahlah; dalam kenang kau abadi.
- Deni Wardana
Minggu, 05 Mei 2019
KHAYALAN
Di sela-sela malam ia terkenang
Di atap-atap kamar ia tersenyum mekar
Di puncak harapan ia sempurna
Di batas garis nyata; ia sirna
- Deni Wardana
Di atap-atap kamar ia tersenyum mekar
Di puncak harapan ia sempurna
Di batas garis nyata; ia sirna
- Deni Wardana
Minggu, 28 April 2019
Jalan
Jalan yang aku rindukan adalah jalan cerita yang pernah kita ukir
Kita terbiasa melewati jalan raya, kala itu
Atau jalan terabasan saat cuaca mendung yang membuat suasana kita menjadi canggung
Terlalu banyak jalan, terlalu banyak pilihan
Sekarang, satu-satunya jalan yang tersisa hanyalah kenangan
- Deni Wardana
Kita terbiasa melewati jalan raya, kala itu
Tapi, apakah kau masih mengingat jalan setapak yang pernah kita lewati di sela-sela gang perumahan?
Jalan yang dipenuhi oleh polisi tidur,Atau jalan terabasan saat cuaca mendung yang membuat suasana kita menjadi canggung
Terlalu banyak jalan, terlalu banyak pilihan
Sekarang, satu-satunya jalan yang tersisa hanyalah kenangan
- Deni Wardana
Sabtu, 09 Maret 2019
Jarak
Kita adalah spasi, yang memisahkan kata per-kata dalam kalimat puisi. Apalagi kalau bukan jarak.
- Deni Wardana
- Deni Wardana
Senin, 04 Maret 2019
Blender
Blender di pojok dapur.
Diam tenang menawan.
Suasana gerah,
Kuambil mangga dari pohon depan rumah.
Kukupas mangga,
Kumasukan ke dalam blender.
Ia marah merekah,
Mencabik-cabik mangga itu.
Sedari itu aku sadar.
Amarah dari seorang pendiam.
Sekali bergerak; retak!
- Deni Wardana
Diam tenang menawan.
Suasana gerah,
Kuambil mangga dari pohon depan rumah.
Kukupas mangga,
Kumasukan ke dalam blender.
Ia marah merekah,
Mencabik-cabik mangga itu.
Sedari itu aku sadar.
Amarah dari seorang pendiam.
Sekali bergerak; retak!
- Deni Wardana
Sabtu, 02 Maret 2019
Hujan
Bagaimana bisa?
Kau menghujani rasa.
Deras, teramat deras.
Jutaan rintik berjatuhan.
Cepat, sangatlah cepat.
Demi apa aku mengenang?
Hujan;
Kau menang!
- Deni Wardana
Kau menghujani rasa.
Deras, teramat deras.
Jutaan rintik berjatuhan.
Cepat, sangatlah cepat.
Demi apa aku mengenang?
Hujan;
Kau menang!
- Deni Wardana
Kota Kenangan
Kota ini tak banyak sejarah,
Tapi banyak kenangan.
Tak lama,
Orang asing pun datang.
Siapa orang asing itu?
Aku tak peduli, awalnya.
Lambat laun kami saling mengenal.
"di kota inilah aku mengenalmu wahai orang asing", batinku.
Lalu dia pergi,
Kota ini, banyak kenangan.
- Jember 2019
Tapi banyak kenangan.
Tak lama,
Orang asing pun datang.
Siapa orang asing itu?
Aku tak peduli, awalnya.
Lambat laun kami saling mengenal.
"di kota inilah aku mengenalmu wahai orang asing", batinku.
Lalu dia pergi,
Kota ini, banyak kenangan.
- Jember 2019
Senin, 25 Februari 2019
Batas
Kita adalah batas,
Dari rasa tak berbatas.
Aku hanya sedikit cemas,
Pada jarak yang kian membias,
Pada bimbang yang kian meluas.
Dan bekas-bekas kenangan yang tak sudi lepas.
Lantas, seperti apakah batas?
Saat rasa sudah memuncak, itu batas.
Senja merekah berubah gelap, itu batas.
Hujan deras berlalu jadi pelangi, itu batas.
Subur pohon mahoni menjadi kering kemarau, itu batas.
Mereka bilang kita teman, itu batas.
kau anggap aku sebatas teman.
Aku padamu di batas sayang.
Itulah batas..
Dari rasa tak berbatas.
Aku hanya sedikit cemas,
Pada jarak yang kian membias,
Pada bimbang yang kian meluas.
Dan bekas-bekas kenangan yang tak sudi lepas.
Lantas, seperti apakah batas?
Saat rasa sudah memuncak, itu batas.
Senja merekah berubah gelap, itu batas.
Hujan deras berlalu jadi pelangi, itu batas.
Subur pohon mahoni menjadi kering kemarau, itu batas.
Mereka bilang kita teman, itu batas.
kau anggap aku sebatas teman.
Aku padamu di batas sayang.
Itulah batas..
- Jember 2019
Langganan:
Postingan (Atom)
KESEMPATAN Kesempatan memang tidak datang dua kali, tapi kesempatan akan selalu datang kepada siapapun yang tidak pernah berhenti untuk menc...
-
Masing-masing dari kita akan tetap melangkah Sekalipun tak searah Sekalipun waktu mengutuk rindu Dan jarak yang membuat sesak Lalu aku berpa...
-
Rindu yang tak pernah usai Gundah yang tercerai berai Pada langit aku tetap berujar Sekalipun dianggap pecundang Dalam sesak malam ...