Rabu, 28 Agustus 2019

Selamat Pagi

Selamat pagi,
Tapi, apakah pagi ini masih perlu ucapan selamat?
Dari rasa patah yang sengaja kau buat.
Bahkan, untuk menjadi baik-baik saja aku harus berpura-pura kuat.
Sekarang aku sadar,
Yang diperlukan pagi bukan ucapan selamat, tapi kata semangat.
Semangat pagi, dariku yang masih teringat.

- Deni Wardana

Selasa, 13 Agustus 2019

Jangan Khawatir

Sekedar kata "hakuna matata", tapi tak kuasa bila semesta yang sengaja memberikan ruang mulai mengganggu jarak dan waktu. Lalu, bagaimana denganku? Yang dihadapkan pada situasi di mana hari-hariku tak lagi kau isi.

- Deni Wardana

Rabu, 29 Mei 2019

Kenang

Dalam angan yang sengaja aku ciptakan,
Aku tenggelam.
Arah jarum jam enggan berhenti.
Sudahlah; dalam kenang kau abadi.

- Deni Wardana

Minggu, 05 Mei 2019

KHAYALAN

Di sela-sela malam ia terkenang
Di atap-atap kamar ia tersenyum mekar
Di puncak harapan ia sempurna
Di batas garis nyata; ia sirna

- Deni Wardana

Minggu, 28 April 2019

Jalan

Jalan yang aku rindukan adalah jalan cerita yang pernah kita ukir
Kita terbiasa melewati jalan raya, kala itu
Tapi, apakah kau masih mengingat jalan setapak yang pernah kita lewati di sela-sela gang perumahan?
Jalan yang dipenuhi oleh polisi tidur,
Atau jalan terabasan saat cuaca mendung yang membuat suasana kita menjadi canggung
Terlalu banyak jalan, terlalu banyak pilihan
Sekarang, satu-satunya jalan yang tersisa hanyalah kenangan

- Deni Wardana

Sabtu, 09 Maret 2019

Jarak

Kita adalah spasi, yang memisahkan kata per-kata dalam kalimat puisi. Apalagi kalau bukan jarak.

- Deni Wardana

Senin, 04 Maret 2019

Blender

Blender di pojok dapur.
Diam tenang menawan.
Suasana gerah,
Kuambil mangga dari pohon depan rumah.
Kukupas mangga,
Kumasukan ke dalam blender.
Ia marah merekah,
Mencabik-cabik mangga itu.
Sedari itu aku sadar.
Amarah dari seorang pendiam.
Sekali bergerak; retak!

- Deni Wardana

Sabtu, 02 Maret 2019

Hujan

Bagaimana bisa?
Kau menghujani rasa.
Deras, teramat deras.
Jutaan rintik berjatuhan.
Cepat, sangatlah cepat.
Demi apa aku mengenang?
Hujan;
Kau menang!

- Deni Wardana

Kota Kenangan

Kota ini tak banyak sejarah,
Tapi banyak kenangan.
Tak lama,
Orang asing pun datang.
Siapa orang asing itu?
Aku tak peduli, awalnya.
Lambat laun kami saling mengenal.
"di kota inilah aku mengenalmu wahai orang asing", batinku.
Lalu dia pergi,
Kota ini, banyak kenangan.

- Jember 2019

Senin, 25 Februari 2019

Batas

Kita adalah batas,
Dari rasa tak berbatas.
Aku hanya sedikit cemas,
Pada jarak yang kian membias,
Pada bimbang yang kian meluas.
Dan bekas-bekas kenangan yang tak sudi lepas.
Lantas, seperti apakah batas?
Saat rasa sudah memuncak, itu batas.
Senja merekah berubah gelap, itu batas.
Hujan deras berlalu jadi pelangi, itu batas.
Subur pohon mahoni menjadi kering kemarau, itu batas.
Mereka bilang kita teman, itu batas.
kau anggap aku sebatas teman.
Aku padamu di batas sayang.
Itulah batas..

- Jember 2019

Rabu, 20 Februari 2019

Singgah

Aku sungguh, ingin singgah
Sungguh, aku ingin singgah
Aku ingin singgah, sungguh
Sungguh, aku ingin singgah tak ingin kau sanggah
Aku ingin singgah tak ingin kau sanggah, sungguh
Hidup memang tak sungguh-sungguh, menawarkan singgah pada sanggah
Sungguhku, tak bisa melawati batas sanggahmu
Sanggahmu, mematikan harapan singgahku
Begitulah,
Yang singgah, kadang tak sungguh
Yang sungguh, malah tak singgah
Tapi sungguh, aku ingin singgah

KESEMPATAN Kesempatan memang tidak datang dua kali, tapi kesempatan akan selalu datang kepada siapapun yang tidak pernah berhenti untuk menc...