Perihal kepergianmu di kala itu
Aku seakan tak ingin tahu
Sedemikian hal aku lakukan sebagai wajah pembenaran diri, pembelaan diri atas dasar (karenamu) aku takut melangkah
Aku yang seolah-olah menjadi satu-satunya orang dengan peran protagonis di dunia ini
Lalu, waktu mulai menunjukkan tangannya
Menamparku hingga pada detik kesekian aku sadar, ketika aku dihadapkan pada keadaan di mana meninggalkan menjadi satu-satunya pilihan
Perihal ditinggalkan ataupun meninggalkan; keduanya sama-sama menyesakkan
- Deni Wardana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar