Senin, 25 Februari 2019

Batas

Kita adalah batas,
Dari rasa tak berbatas.
Aku hanya sedikit cemas,
Pada jarak yang kian membias,
Pada bimbang yang kian meluas.
Dan bekas-bekas kenangan yang tak sudi lepas.
Lantas, seperti apakah batas?
Saat rasa sudah memuncak, itu batas.
Senja merekah berubah gelap, itu batas.
Hujan deras berlalu jadi pelangi, itu batas.
Subur pohon mahoni menjadi kering kemarau, itu batas.
Mereka bilang kita teman, itu batas.
kau anggap aku sebatas teman.
Aku padamu di batas sayang.
Itulah batas..

- Jember 2019

Rabu, 20 Februari 2019

Singgah

Aku sungguh, ingin singgah
Sungguh, aku ingin singgah
Aku ingin singgah, sungguh
Sungguh, aku ingin singgah tak ingin kau sanggah
Aku ingin singgah tak ingin kau sanggah, sungguh
Hidup memang tak sungguh-sungguh, menawarkan singgah pada sanggah
Sungguhku, tak bisa melawati batas sanggahmu
Sanggahmu, mematikan harapan singgahku
Begitulah,
Yang singgah, kadang tak sungguh
Yang sungguh, malah tak singgah
Tapi sungguh, aku ingin singgah

Kamis, 27 Desember 2018

Aku Adalah Aku

Aku bukanlah yang lain
Kalau boleh aku cemburu,
Aku cemburu pada kacamata yang kau gunakan, yang membantumu melihat bahwa dunia ini begitu indah
Aku cemburu pada telepon genggammu, yang kadang bisa membuatmu senyum-senyum sendiri
Aku cemburu pada lingkar waktu yang melilit di lengan kirimu,yang mengingatkanmu tentang waktu dari semua aktivitasmu
Aku cemburu,
Tapi aku tetaplah aku, dan aku tak ingin menjadi yang lain

- Deni Wardana

Langit dan Perasaan

Langit selalu menangis ketika aku berterus terang tentang keadaan.
Pada langit, aku bercerita tentangmu.
Dan semua hal yang berkaitan denganmu yang belum sempat menjadi kita.
Seperti halnya air hujan yang jatuh dari langit ke bumi.
Aku juga pernah jatuh,
Saat hati sedang asik berteduh kemudian kau sentuh.
Aku terjatuh, dalam keadaan tanpa kepastian.
Dalam perjalanan menuju malam, aku bukan pendo'a yang rajin.
Aku hanya bekerja melalui perantara lisan yang aku sematkan namamu kepada Tuhan.


- Deni Wardana

Ambigu

Kehadiranmu hanya sebentar, namun sudah membuatku bingung tentang apa yang harus aku suguhkan, antara kopi, teh, atau hati. Belum sempat aku suguhkan, dirimu sudah dulu memilih pergi. Lantas kenapa berkenan untuk datang ?
Suara nyamuk pada malam hari ini sudah membuatku sedikit mengerti bahwa sunyi kadang berisik. Namun, jam dinding yang berada di dalam kamarku selalu mengajarkanku bahwa waktu selalu bergerak maju.

Suatu Saat..

Kau selalu berkata baik-baik saja kepada semua orang, seolah-olah memang seperti tidak terjadi apa-apa. mengapa ? entahlah, suatu saat nanti aku ingin mempersuntingmu.

KESEMPATAN Kesempatan memang tidak datang dua kali, tapi kesempatan akan selalu datang kepada siapapun yang tidak pernah berhenti untuk menc...